http://www.blogger.com/edit-profile.g#photo. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

PEMANFAATAN DAUN BUNGA KEMBANG SEPATU SEBAGAI ALTERNATIF MEMINIMALISIR HAMA PENGGEREK BATANG PADI



PEMANFAATAN DAUN BUNGA KEMBANG SEPATU SEBAGAI ALTERNATIF MEMINIMALISIR HAMA PENGGEREK BATANG PADI DI LINGKUNGAN BULU PINRANG
LOMBA KARYA TULIS ILMIAH
PEKAN ILMIAH PELAJAR SE-AJATAPPARENG 2014
 










DISUSUN OLEH :
JASMIN RAISMAN 2934
NUR INDRAYANI SK 2696
ANDI DINI 2999

SMA NEGERI 7 PINRANG
PINRANG
2014



KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahuwata’ala yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusunan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “PEMANFAATAN DAUN BUNGA KEMBANG SEPATU SEBAGAI ALTERNATIF MEMINIMALISIR HAMA PENGGEREK BATANG PADIDI LINGKUNGAN BULU PINRANG”dapat terselesaikan sengan baik.Karya tulis Ilmiah ini dapat diselesaikan atas bimbingan, pengarahan, dan bantuan banyak pihak.  Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1.      Guru Pembimbing kami
2.      Orang Tua kami
3.      Teman dan kerabat kami
4.      Serta pihak-pihak yang membantu penyelesaian Karya Tulis Ilmiah ini.
Penulis mengharapkan Karya Tulis Ilmiah dapat bermanfaat bagi pembaca  semua,terutama bagi penulis sendiri.Kepada pembaca yang Budiman,jika terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam Karya Tulis Ilmiah ini,penulis mohon maaf ,karena penulis sendiri dalam tahap belajar.
Tak ada gading yang tak retak, begitu pula dengan penyusunan Karya Tulis ini maka dari itu saran dan kritik sangat diharapkan untuk menjadikan penyusunan karya tulis lebih baik kedepannya.Dengan demikian,tak lupa penulis ucapkan terimakasih kepada para pembaca.Semoga Allah memberkahi Karya Tulis Ilmiah ini sehingga benar-benar bermanfaat.

Pinrang,    Februari 2014
Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL …………………………………………………..
KATA PENGANTAR …………………………………………………i
DAFTAR ISI............................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN …………………………………………….1
A.    Latar Belakang ……………………………………………1
B.     Rumusan Masalah ………………………………………. .1
C.     Tujuan Penelitian ………………………………………...1
D.    Manfaat Penelitian ……………………………………….2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ………………………………….2
A.    Bunga Kembang Sepatu…………………………….............2
B.     Hama Penggerek Batang Padi ……………………………..3
BAB III METODE PENELITIAN ………………………………...3
A.    Jenis Penelitian …………………………………………….3
B.     Lokasi dan Waktu Penelitian ………………………………3
C.     Rencana Pengolahan Data dan Analisis Data ……………..4
BAB IV HASIL PENELITIAN …………………………………..4
BAB V PENUTUP ………………………………………………..5
A.    Simpulan …………………………………………………5
B.     Saran ……………………………………………………..5
DAFTAR PUSTAKA .....................................................................6




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Indonesia adalah salah satu negara penghasil beras di Asia karena merupakan negara agraria.Hal yang paling ditunggu-tunggu para petani adalah musim panen. Dalam tahap musim panen para petani mulai resah karena datangnya berbagai jenis hamayang menyerang tanaman mereka. Hama merupakan mahkluk hidup yang mayoritas merusak pada tanaman petani yang terdapat di sawah maupun di kebun.Namun  apa jadinya jika hama pun menyerang? Hama dapat merugikan petani dan menurunkan kualitas hasil panen mereka menjadi kurang maksimal hingga gagal panen.Pembasmian konvensional ternyata kurang efektif dan menyita banyak waktu hingga penggunaan bahan kimiawi yang tidak baik untuk kesehatan jika di konsumsi, yang menjadi tanda tanya besar bukan hanya produktivitas panen yang dipengaruhi oleh hama tetapi salah satunya hama penggerek batang padi juga merajalela di pemukiman penduduk.
Datangnya hama penggerek batang saat musim panen sangat meresahkan penduduk terlebih yang tinggal disekitar persawahan dan perkebunan. Hama penggerek batang padi atau akrab disebut kupu-kupu putih ini mulai muncul di petang hari dan mengikuti sumber cahaya lampu di malam hari, termasuk lampu kendaraan di jalan raya.Hal ini jelas sangat mengganggu karena kupu-kupu putih mengeluarkan serbuk yang menimbulkan rasa gatal, sehingga menimbulkan kulit kemerah-merahan dan ruam akibat digaruk. Oleh karena itu, kami mengangkat judul “Pemanfaatan Daun Kembang Sepatu Sebagai Alternatif Meminimalisir Hama Penggerek Batang Padi Di Lingkungan Bulu Pinrang
B.      Rumusan Masalah
1.      Apa dampak yang terjadi jika hama penggerek batang padi menyerang ?
2.      Apa hubungan hama penggerek batang padi dengan daun bunga kembang sepatu?

C.    Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab rumusan masalah, adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Memperoleh gambaran dari pemanfaatan daun bunga kembang sepatu dalam meminimalisir efek dari hama penggerek batang padi (kupu-kupu putih).
2.      Mengidentifikasi kontribusinya dalam mengurangi efek negatif pada masyarakat.
D.    Manfaat Penelitian
1.       Manfaat Teoritis
Secara teoritis, penelitian ini bermanfaat untuk perkembangan ilmu pengetahuan di bidang pertanian dan perkebunan dalam meminimalisirhama.
2.       Manfaat Praktis
Secara praktis , penelitian ini dapat diharapkan  bermanfaat untuk membawa pemahaman yang dapat digunakan untuk meminimalisir hama yang menganggu.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.    Bunga Kembang Sepatu
Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) adalah tanaman semak suku Malvaceae yang berasal dari Asia Timur dan banyak ditanam sebagai tanaman hias di daerah tropis dansubtropis. Bunga besar, berwarna merah dan tidak berbau.Bunga dari berbagai kultivar danhibrida bisa berupa bunga tunggal (daun mahkota selapis) atau bunga ganda (daun mahkota berlapis) yang berwarna putih hingga kuning, oranye hingga merah tua atau merah jambu.
Tanaman ini banyak ditanam orang di halaman sebagai tanaman hias atau sebagai pagar hidup untuk memperindah halaman rumah. Kembang sepatu memiliki lima helai daun kelopak. Mahkota bunga terdiri dari 5 lembar atau lebih.Tangkai putik berbentuk silinder panjang dikelilingi tangkai sari berbentuk oval yang bertaburan serbuk sari.
Pada umumnya tinggi tanaman kembang sepatu ini sekitar 2 m- 5 m. Daun berbentuk bulat telur yang lebar atau bulat telur yang sempit dengan ujung daun yang meruncing. Bunga kembang sepatu ini berbentuk terompet dengan diameter bunga sekitar 5 cm hingga 20 cm. Bunganya bisa mekar menghadap ke atas, ke bawah, atau menghadap ke samping. Akar, daun dan bunga kembang sepatu dapat dijadikan sebagai bahan obat. Terdiri dari berbagai jenis dan warna : merah tua, pink, pink putih, putih, orange, kuning.Pada umumnya, tanaman bersifat steril dan tidak menghasilkan buah. Tanaman berkembang biak dengan cara stek, pencangkokan, dan penempelan.
Menurut para ilmuan menyatakan daun, bunga dan akar kembang sepatu mengandung flavonoida.Di samping itu daunnya juga mengandung saponin, dan polifenol, bunga mengandung polifenol, akarnya juga mengandung tanin dan saponin.

Kerajaan:
Plantae
Filum:
Tracheobionta
Kelas:
Magnoliopsida

Ordo:
Malvales
Famili:
Genus:
Hibiscus
Spesies:
Hibiscus rosa-sinensis L

a.       Hibitus : Perdu, tahunan, tegak, tinggi ± 3 m.
b.      Batang : Bulat, berkayu, keras, diameter ± 9 cm, masih muda ungu setelah tua putih kotor.
c.       Daun : Tunggal, tepi beringgit, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 10-16 cm, lebar 5-11 cm, hijau muda, hijau.
d.      Bunga : Tunggal, bentuk terompet, di ketiak daun, kelopak bentuk lonceng, berbagi lima, hijau kekuningan, mahkota terdiri dari lima belas sampai dua puluh daun mahkota, merah muda, benang sari banyak, tangkai sari merah, kepala sari kuning, putik bentuk tabung, merah.
e.       Buah : Kecil, lonjong, diameter ± 4 mm, masih muda putih setelah tua coklat.
f.       Biji : Pipih, putih
g.      Akar : Tunggang, coklat muda.
B.     Hama Penggerek Batang Padi
Penggerek batang padi putih (Scirpophaga innotataWalker, 1863) adalah ngengat yang termasuk dalam suku Crambidae.Larva hewan ini menjadi hama penting dalam budidaya padi. Gejala yang ditemukan sebelum padi berbunga disebut sebagai sundep dan gejala serangan yang dilakukan setelah malai keluar dikenal sebagai beluk.
Ia ditemukan di Asia tropika, seperti di Indonesia, Pakistan, Filipina, maupun Australia tropika (di bagian utara).
Kerajaan:
Filum:
Upafilum:
Kelas:
Ordo:
(tidak termasuk)
Superfamili:
Famili:
Upafamili:
Genus:
Spesies:
S. innotata

1.   Sundep
Gejala serangan pada tanaman padi stadia vegetatif dikenal dengan sebutan sundep.Bila serangan terjadi pada fase vegetatif, larva memotong bagian tengah anakan sehingga aliran hara ke bagian atas tanaman terganggu yang menyebabkan pucuk layu dan kemudian mati.Kehilangan hasil karena serangan penggerek batang pada stadia ini relative kecil, karena tanaman masih mampu untuk membentuk anakan baru.
2.   Beluk
Gejala serangan pada tanaman padi stadia generatif dikenal dengan sebutan beluk. Larva akan menggerek tanaman yang akan bermalai, sehingga aliran hasil asimilasi tidak sampai ke dalam bulir padi. Akibatnya proses pengisian bulir padi akan terhambat, sehingga banyak gabah hampa.
BAB III
METODE PENELITIAN
A.    Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan logika induktif abstraktif yaitu metode analisa yang  melakukan pendekatan analisis yang menggunakan sudut pandang peneliti sebagai alat analisis utama (Sanapiah, 1995 : 68)  pola yang bergerak dalam fenomena dilapangan yang berhasil digali dari informan di suatu kawasan yang dipakai penelitian, dan untuk menguraikan potensi-potensi dan tantangan- tantangan yang ditemukan dalam penelitian  kemudian dilakukan editing, analisis dan pengambilan kesimpulan. Dengan metode  tema penelitian yang dilakukan, maka model analisis yang akan dilakukan adalah Metode Analisis Deskriptif Kualitatif adalah analisis yang secara cermat mengamati suatu fenomena tertentu melalui pengumpulan fakta tanpa melakukan pengujian hipotesis(Meleong, 2002 :58).  Pada metode analisis ini hasil eksplorasi dari wawancara, dokumentasi, observasi  disimpulkan untuk menjawab rumusan masalah yang ada.
B.     Lokasi dan Waktu Penelitian
1.   Lokasi
Penelitian ini dilakukan di Lingkungan Bulu Jalan Poros Pinrang-Pare Km.13
2.   Waktu
Penelitian ini dilakukan pada 24 Februari 2014- 6 Maret 2014

C.     Rencana Pengolahan Data danAnalisis Data
1.      Pengolahan Data
Data yang diperoleh melalui :
a.       Wawancara
Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui langsung tanggapan dan respon narasumber kemudian dihubungkan dengan data-data yang lainnya.
b.      Entry Data
Memasukkan data untuk diolah memakai program komputer untuk
dianalisis.
c.       Kajian Pustaka
Mencari data-data terkait dan dihubungkan melalui media internet dengan memilah data yang perlu dan akurat.

BAB IV
HASIL PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2014.Wilayah Pinrang merupakan wilayah penghasil beras, karena tanah kosongnya masih luas. Jika musim panen tiba banyaknya spesies hama yang menyerang daerah persawahan sebelum dan menjelang panen. Namun, gangguan hama sering kali tidak terlalu dihiraukan pemusnahannya, khususnya penduduk desa hanya mendapatkan dampak kerugian pada tanaman padi mereka begitupun juga dengan rumah-rumah dan jalanan yang memiliki cahaya lampu. Penduduk hanya mengalami gatal-gatal kemudian diberi bedak obat begitu seterusnya.Teknik PHT (Pengendalian Hama Terpadu), adalah pengendalian hama dengan memanfaatkan seluruh teknik atau cara pengendalian hama secara harmonis untuk menekan populasi sampai dibawah ambang ekonomi (Chaidir : 2012). Teknik ini merepotkan dan memakan banyak waktu.
    Dalam Penelitian ini kami mengambil sampel hama penggerek batang padi (kupu-kupu putih), kemudian mendekatkannya dengan daun bunga kembang sepatu dan mendiamkannya dalam waktu ± 2 menit. Hasilnya kupu-kupu putih akan terlihat lemas.
    Setelah penelitian dilakukan kami membuat suatu alat untuk meminimalisir hama kupu-kupu putih agar lebih memudahkan penelitian ini. Alat ini  cukup praktis dan mudah dalam penggunaan dan pemasangannya.




                                                                                                          Gambar 1.1 alat peraga

Alat ini sebagai alternatif dalam pengoptimalan proses penelitian yang kami lakukan dengan menggunakan alat peraga diatas sebagai media pengaitdaun bunga kembang sepatu yang dikaitkan pada kawat-kawat yang telah disediakan. Lingkaran yang terdapat di tengah alat peraga berfungsi sebagai tempat masuknya lampu yang direkatkan menggunakan lem kayu atau dikuatkan dengan paku.
  Berdasarkan uji coba alat diatas hasil yang diperoleh yaitu kupu-kupu putih tidak lagi beterbangan di sekeliling lampu tetapi  hanya diam pada bagian daun kembang sepatu yang dipasang pada lampu.








BAB V
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan tujuan penelitian dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.
1.      Ada hubungan antara hama penggerek batang padi (kupu-kupu putih ) dengan daun bunga kembang sepatu.
2.      Memberikan sumbangsih alat untuk memudahkan proses peminimalisiran di malam hari jika hama tersebut datang.
3.      Gatal-gatal dan ruam di kulit akibat hama penggerek batang padi dapat diminimalisir agar mudah dalam beraktivitas di malam hari.
B.     Saran
1.      Petani
Diharapkan masyarakat khususnya petani dapat menerima solusi dari kami dalam meningkatkan dan menambah pengetahuan tentang hama penggerek batang padi.
2.      Panitia
Diharapkan panitia agar mempublikasikan karya tulis ilmiah ini agar dapat disempurnakan dan dioptimalkan sebagaimana seharusnya.
3.      Peneliti selanjutnya
      Penulis mengharapkan bagi peneliti-peneliti selanjutnya untuk meniliti faktor lebih kompleks pengaruh bunga kembang sepatu dan hama kupu-kupu putih .








                                                                                                                                       
DAFTAR PUSTAKA
Djatmiko, Ismu., 2011. Buku Panduan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Edisi Pertama, Akademi Kesehatan Manggala Yogyakarta
Hadi, Sutrio & Permata, Nilam. 2010, Kamu Bisa Jadi Ilmuwan!
Chaidir, 2012.Pengendalian Jasad Hama Pada Tanaman. Diakses pada 01 Maret 2014,  dari
Anonim, 2012. Manfaat Bunga Sepatu
Rizal, Syamsul, 2011. Kutipan Buku.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS